Senin, 16 September 2013

Surat Pengakuan

Untuk Nino Ha Tersayang...
Dear,
Hai apakabar sayang? Aku selalu berharap kabarmu masih dan akan tetap baik. Aku mendoakanmu dengan segala kebaikkan. Percayalah. Oh, ya, sekarang hari-tanggal-bulan-dan-tahun berapa? Haha. Aku bisa mengira kau pasti bingung. Dan, dalam benakmu pasti kau bertanya-tanya. Iya kan? Jawabannya sederhana ; aku tidak tahu kapan kau baca surat ini setelah aku menulisnya. Jika perkiraanku salah atau kau tidak bertanya, lupakan ya!

Nino.... aku ingin mengulang masa-masa saat kita bersama lagi. Ingatkah kamu, dulu kita sering bermain ayunan atau sekedar melepas lelah dan saling curhat ditaman. Menyenangkan sekali. Jika aku bisa kembali, aku akan minta kembali pada itu. Saat bersamamu... Tapi sayangnya, waktu tidak bisa diputar ulang. Nino... Ingat tidak saat aku memanggilmu dengan sebutan-sebutan yang lucu. Lucu? Haha, maksudku konyol. Lalu kau mengejarku sampai aku mengankat tangan dan berkata : Iya! Aku menyerah! Wkwkwk, aku tertawa sendiri mengingat masa-masa kita dulu. Dulu... tapi. Aku juga ingat, saat kau menyebutku 'setan kecil' haha lucu sekali. Kau menyebutku seperti itu karena aku selalu mengikuti gerak-gerikmu. Haha. Aku minta maaf telah membuatmu sering kesal.

Nino... sekarang kau sudah besar pastinya. Kau pasti semakin tampan dan gagah. Tapi..... apakah kau masih mengingatku? Semoga iya tapi aku sudah tidak ingin berharap banyak. Mungkin kau lupa aku, wajarlah kita hampir lima tahun lamanya tidak berjumpa. Aku harap aku terlupa bukan dilupa.

Nino... aku punya tujuan menulis surat ini. Aku... aku ingin mengakui suatu hal padamu. Kuharap kau percaya. Aku tidak mau ada salahpaham lagi.

Nino... Ingatkah saat-itu- pertemuan kita yang (mungkin) terakhir, aku berteriak "Aku benci kau, Nino!" lalu aku berlari sambil menahan tangis dan... aku tahu kau cukup lama berdiri terpaku disitu ; ditaman. Aku benar-benar sedih saat itu. Ketahuilah Nino, aku bohong. Aku tidak serius bicara seperti itu, percayalah. Aku tidak pernah dan tidak akan pernah membencimu. Aku mengatakan itu.. karena aku bingung -sangat bingung- mengatakan dan menjelaskan bahwa aku amat-amat menyayangimu. Aku tidak tau bagaimana cara mengatakannya. Aku tidak perlu semua hadiah yang kau  beri untukku. Aku tak perlu, aku baru menyadarinya ketika aku menulis surat ini. Apa gunanya semua itu jika itu menggantikanmu?! Aku tak butuh barang-barang bagus jika kau tidak ada disampingku! Kau tak bisa ditukar oleh apapun! Apapun itu.

Nino.. Terimakasih telah mendengar dan mengetahui pengakuanku. Tolong jangan salah paham. Aku menyayangimu. Aku benar-benar lega telah mengakui ini. Aku merasa damai sekarang. Terimakasih. Dan, sekian surat mungil ini.
Dari: Ha Nina
-Manusia Yang Mengatakan Membencimu Padahal
Ia   Menyayangimu-

0 komentar:

Posting Komentar

 
Nino Ha Nina Blogger Template by Ipietoon Blogger Template